prinsip dasar asuransi

Prinsip Dasar Asuransi Yang Perlu Diketahui

Prinsip Dasar Asuransi Yang Perlu Diketahui – Dikutip dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia atau yang biasa disingkat sebagai AAJI, masih banyak kalangan masyarakat Indonesia yang masih belum sadar tentang betapa pentingnya asuransi, terutama asuransi jiwa. Bahkan banyak yang beranggapan bahwa premi asuransi yang ditetapkan oleh perusahaan penyedia asuransi terbilang cukup mahal, maka dari itu terlihat yang memiliki polis didominasi oleh kalangan menengah ke atas.

Padahal sebenarnya asuransi itu sangat penting demi memberikan proteksi atau perlindungan atas jiwa maupun asset yang dimiliki. Tak sedikit masyarakat awam masih bingung dalam memahami produk asuransi lebih dalam, padahal cara mudah memahami asuransi adalah mengetahui tentang prinsip dasar asuransi. Hal ini dikarenakan prinsip asuransi bisa menjelaskan mengenai mekanisme kerja sebuah asuransi. Berikut adalah prinsip https://www.nicholasprojects.org/ asuransi yang acapkali digunakan oleh penyedia jasa asuransi di Indonesia:

1. Utmost Good Faith

Sesuai namanya, konsep ini mempunyai makna yakni tekad atau niat baik. Tujuannya ialah, pada proses beli produk asuransi, baik Tertanggung (nasabah) atau Penanggung (perusahaan asuransi) harus sampaikan info dengan terbuka, detil, dan jujur.

Misalkan, Tertanggung harus menjawab dengan jujur beberapa pertanyaan pada screening resiko saat sebelum membuat persetujuan, seperti penyakit bawaan, kegiatan merokok, pengalaman dirawat di dalam rumah sakit, dan sebagainya.

Ini berlaku untuk Penanggung, di mana perusahaan asuransi harus sampaikan detil produk dan tidak menutupi info yang penting dipahami Tertanggung.

2. Subrogation

Subrogation jadi konsep konsep dasar asuransi seterusnya yang penting dimengerti oleh calon atau pemegang polis. Makna dari konsep ini ialah peralihan hak dari tertanggung ke penanggung jika claim asuransi telah terbayar.

Peralihan hak cuman dapat berlaku jika kontrak asuransi yang diberi tanda tangan oleh pemegang polis ialah kontrak indemnity. Argumennya, arah dari konsep ini adalah menahan tertanggung mendapat pergantian semakin besar dari ganti kerugian penuh.

Misalnya, jika Anda sudah ikuti program asuransi mobil, karena itu rugi dari mobil yang hancur atau lenyap akan dibayar oleh faksi insurance. Kemudian, mobil yang hancur atau lenyap tetapi selanjutnya diketemukan kembali bisa menjadi punya faksi insurance.

3. Insurable Interest

Insurable interest atau kebutuhan untuk diasuransikan jadi point pertama dari konsep konsep dasar asuransi yang diulas. Konsep ini terkait dengan hak agar bisa mengasuransikan karena ada factor kebutuhan atau jalinan. Yang diartikan kebutuhan dalam pola ini ialah kebutuhan di antara tertanggung sama yang diasuransikan.

Sebagai contoh, Anda beli produk asuransi jiwa sebagai tertanggung dan faksi yang dipilih sebagai pewaris ialah pasangan atau anak kandungan Anda. Biasanya, keputusan itu diambil karena pasangan atau anak bisa saja alami resiko rugi secara keuangan jika terjadi suatu hal pada yang tertanggung.

Secara simpel, konsep aktivitas usaha insurance ini jadikan agunan asuransi untuk faksi yang dipilih sebagai arah khusus. Argumennya, faksi yang dipilih umumnya masih gantungkan keperluan keuangannya dari faksi tertanggung.

Konsep insurable interest meliputi dalam soal pembelian asuransi credit. Dengan demikian, Anda sebagai pemegang polis tidak membebankan hutang ke penjamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *